Senin, 23 Juli 2012

Tips Menghafal Al Quran (Bagian 2)

Berhubung setiap orang itu berbeda-beda alias unique, maka cara menghafal yang aku sharing di bagian pertama mungkin tidak akan bisa berhasil sempurna pada semua orang.  Pengalamanku sharing secara off line,  ada yang menyatakan sulit untuk mengikuti irama dari Syeikh Musyaari, dia suka murotalnya tapi tidak bisa mengikutinya, dan ia tidak mau menggunakan AL Quraan Syamil tapi lebih memilih AL Quran yang tajwidnya diwarnai, katanya warna warni itu membuatnya lebih cepat menghafal, saya berkesimpulan temanku yang satu ini kuat di indra penglihatannya.

Al Quran dengan Tajwid Berwarna
 
Ada orang yang disebut mempunyai Photographic memory yang bisa merekam gambar dan mengungkapkan lagi apa saja yang ada didalam gambar itu secara detail. Mungkin sahabat yang satu ini termasuk jenis ini, sehingga tampilan Al Quraan yang berwarna warrni akan sangat memudahkannya untuk menghapal.

Aku berkhayal : kalau ada penerbit/percetakan Al Quran atau lembaga pendidikan Al Quran yang bisa membuat ALquran warna warni (bukan cuma di-tajwid-nya aja) dengan pola tertentu yang bertujuan mempermudah menghafal satu lembar Al Quran mungkin akan sangat bermanfaat.  Menurut beberapa informasi  yang aku baca tentang bagaimana mempercepat hafalan, maka teknik yang paling populer adalah visualisasi.

Metoda visualisasi memang banyak digunakan untuk menghafalkan urutan kata-kata yang panjang.  Apakah kamu pernah menghafal Asmaul Husna dengan metode gambar-gambar? Kalau belum coba ikut pelatihan GEMAH (Gerakan menghafal Asmaul Husna) dari ESQ 165, browsing aja untuk cari informasinya, training ini gratis kok.

Metoda visualisasi dalam menghafal Alquran yang paling populer adalah metode Doktor Cilik, yang menggunakan isyarat tangan untuk mewakili pengertian 1 kata.  Kemungkinan system ini tidak banyak berkembang di Indonesia karena kita tidak mengerti bahasa Arab. Tapi tetap saja ini mewakili metoda Visualisasi

Kesimpulannya ada banyak cara/metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Quran. Sebaiknya sebelum kita memilih metoda mana yang akan kita gunakan,  kenali dulu kemampuan kamu, dimana kekuatanmu dan apa kelemahanmu. Dan mungkin kamu akan menemukan cara baru yang paling cocok untuk kamu dan orang-orang yang sama dengan kamu.


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar